I Think It’s Okay
Senin, 12 Juli 2021
Sebagian dari kalian pasti pernah merasakan ini. Perasaan di
mana kita merasa lelah yang berlebihan hingga rasanya ingin menghilang walau
sekejap, padahal tidak melakukan aktifitas apapun yang melelahkan. Atau, merasa
muak dengan diri sendiri, merasa tidak puas dengan kondisi yang bisa dibilang
jauh dari kata nyaman dan hari yang semakin berganti terasa membosankan. Akupun
merasakannya. Ya, pasti semua manusia di bumi ini pernah merasakan di mana kita
berada di titik yang membuat kita merasakan beban yang sangat berat dalam
hidup. Entah itu masalah keluarga, sekolah, teman, atau hal lainnya. Aku sempat
berpikir, mungkinkah karena faktor usia yang memasuki dewasa, sehingga perasaan
itu muncul sebagai pengukur tingkat kedewasaanku? Ah, entahlah. Bahkan,
diusiaku saat remaja saja aku sering mengalaminya. Aku tidak masalah jika ini
hanya sementara, masalahnya, hal ini sangat mengganggu pikiranku. Membuatku overthingking, susah tidur, hingga tidak
nafsu makan. Bagi orang yang tidak memahami kondisiku, pasti mereka menganggap
bahwa aku sedang jatuh cinta. Dengan dalih, gejala yang kualami sama seperti
orang yang sedang mabuk asmara. “Sial! Aku sedang tidak membahas masalah
cinta,” batinku. Hhhhhhh, kenapa aku harus memberitahukan kepada orang lain
jika mereka saja tidak mengenalku dengan baik. Membicarakan tentang apa yang
sedang kurasakan kepada keluarga juga tidak nyaman. Banyak ketakukan yang aku
pikirkan termasuk bagaimana reaksi mereka terhadapku, aku malu. Menceritakan
hal ini kepada teman dekat? Sebenarnya, aku sering melakukan itu. Tetapi,
bagaimana dengan perasaan mereka? Bagaimana jika mereka ternyata sedang dalam
kondisi yang serupa denganku? Ahhhhh, aku sangat kesal dengan diriku sendiri.
Hati kecilku mengatakan untuk menghentikan perasaan ini, tetapi otakku masih
saja berotasi dalam lingkaran permasalahan ini. Susah payah aku menahan air
mata agar tidak mengalir, hingga berkali-kali menahan napas, bahkan menahan
sakit kepala. Mungkin efek dari menahan air mata. Jantungku berdetak dengan
kencang, mataku berkaca-kaca hingga akhirnya……
Aku berhasil menahan air mataku dan menghembuskan napas
kasar. Aku bersyukur masih bisa menahan air mataku dengan satu tarikan napas. Mungkin,
aku akan menahan perasaan ini hingga menemukan tempat untuk dapat melampiaskan
semuanya, tanpa melibatkan orang lain. Ehm, ini pasti plot twist yang membosankan
bukan? Maaf, aku hanya ingin menyuarakan isi hatiku yang telah lama kupendam.
Aku harap, kalian dapat mengerti. Setiap orang pasti pernah merasakan kejenuhan
dalam hidup, entah itu anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Dan
tentunya dengan problematikanya masing-masing. Ah, sampai lupa mengenalkan
diri, aku Aviora Rainnisa, kalian bisa memanggilku Vio. Nama yang sangat
singkat. Aku adalah seorang mahasiswi semester dua di salah satu universitas
swasta. Di sini, aku ingin menceritakan tentang perjalananku dalam menghadapi
kehidupan yang tidak dapat ditebak akhirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar